4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Mendapatkan Rumah Subsidi

Memiliki sebuah keluarga baru tentu saja membutuhkan tempat tinggal seperti rumah untuk salah satu kebutuhan pokoknya. Pada saat ini rumah dapat dibilang bukan menjadi suatu hal yang mewah karena untuk sekarang ini sudah ada banyak sekali pengembang yang membangun rumah dengan harga yang murah untuk para masyarakat yang memiliki golongan ekonomi menengah ke bawah.

Hal Penting Sebelum Membeli Rumah Murah

Pemerintah sendiri sudah mencanangkan suatu program pembangunan sebanyak 1 juta rumah pada masa baktinya. Pemerintah juga sudah menggandeng beberapa pengembang untuk turut serta mensukeskan program ini. Anda sendiri juga memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan rumah subsidi, namun memang perlu memperhatikan beberapa hal, dan berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Menghitung Pendapatan

Yang pertama tentu saja dengan menghitung pendapatan Anda, pemerintah menerapkan peraturan jika calon pemilik rumah tersebut harus memiliki penghasilan maksimal Rp 4 juta. Penghitungan itu sendiri berdasarkan 3 kali angsuran dan juga biaya hidup, dengan demikian menghitung secara cermat jumlah dari pendapatan dan juga pilihan angsuran sangatlah penting.

  • Periksa Sejarah Transaksi

Kemudian yang kedua adalah pastikan Anda memeriksa sejarah transaksi, jika memang Anda pernah membeli mobil secara kredit maka sudah bisa dipastikan jika Anda tidak akan bisa memiliki rumah subsidi, namun jika Anda membeli mobil secara tunai, maka masih bisa memiliki kesempatan untuk memiliki rumah bersubsidi tersebut.

  • Pastikan Status Anda

Lalu yang ketiga adalah jika memang Anda merupakan seorang karyawan, maka Anda perlu memastikan jika status Anda bukanlah seorang karyawan kontrak. Untuk bisa  mendapatkan rumah bersubsidi, maka Anda harus merupakan karyawan tetap selama 2 tahun. Hal tersebut karena mengingat angsuran yang relatif panjang, dengan demikian pada masa depan nantinya tidak mengalami kemacetan di dalam pembayaran angsuran.

  • Periksa Rekaman Kredit

Selain itu untuk orang yang memiliki riwayat kredit, maka Bank Indonesia akan merekan sejarah dari pelunasan kredit itu sendiri. Untuk ranking yang pertama merupakan orang yang melunasi pembayaran dengan tepat waktu, sedangkan untuk rangkaing kelima merupakan orang yang melakukan penunggakan pembayaran sampai lebih dari 270 hrai dan tanking tersebut merupakan daftar black list dari pihak bank. Dan jika memang Anda masuk dalam daftar tersebut, maka tidak akan bisa mendapatkan rumah bersubsidi.

Jadi untuk Anda yang memang sedang mencari rumah subsidi, maka bisa mencoba untuk mencari informasinya melalui Perumnas.