Sejarah Qurban Nabi Ibrahim, Sebuah Kisah Awal Mula Hari Raya Idul Adha

Sejarah Qurban Nabi Ibrahim, Sebuah Kisah Awal Mula Hari Raya Idul AdhaBagi umat Islam salah satu hari yang paling penting selain Idul Fitri adalah Idul Adha. Di dalam masyarakat hari itu juga sering disebut sebagai Hari Raya Haji. Hal ini lantaran pada waktu itu bertepatan dengan dilaksanakannya ibadah haji tepatnya ketika wukuf di Arafah. Penyebutan lain yang juga muncul di tengah masyarakat ialah Hari Raya Qurban. Karna pada waktu itu pasti dilaksanakan penyembelihan hewan qurban untuk dibagikan ke masyarakat yang layak untuk menerimanya. Nah, bagaimanakah sebetulnya hari raya qurban itu bisa hadir di tengah umat Islam? Pertanyaan tersebut akan menunjukkan kepada Anda tentang asal muasal dari Raya Qurban. Hal yang tidak bisa dilepaskan dari cerita sejarah qurban Nabi Ibrahim. Berikutnya ini akan coba diberikan ulasan singkatnya kepada Anda.

Qurban bermula ketika Nabi Ibrahim terus mengalami mimpi. Di mana mimpinya merupakan sebuah perintah yang diberikan oleh Allah agar Nabi Ibrahim menyembelih anak yang paling dicintainya, Ismail. Selalu mengalami mimpi tersebut, Nabi Ibrahim merasa gundah, karena Ismail anak yang begitu patuh, ceria, cerdas dan taat pada Allah. Ismail telah diangkat Nabi pada usia belia yakni 13 tahun. Nabi Ibrahim yang begitu taat pada segala perintah Allah tak bisa menolak. Ia langsung bertemu dengan Ismail dan langsung disampaikan apa yang menjadi perintah Allah Swt. Sejarah qurban Nabi Ibrahim ini menjadi cerita yang paling menarik, saat ketaatan Nabi Ibrahim pada Allah mengalahkan kecintaanya pada anak. Nabi Ibrahim rela untuk menyembelih anak yang didambakan dan dicintainya. Namun, kisah ini juga tidak bisa dilepaskan dari sosok Nabi Ismail. Usai ayahnya menyampaikan perintah Allah untuk menyembelih dirinya. Nabi Ismail justru tak memberontak sama sekali. Ia tetap tenang dan mengamini mimpi ayahnya. Sontak Nabi Ibrahim kaget bukan kepalang. Keikhlasan anaknya untuk senantiasa menjalankan wahyu dan perintah Allah Swt. Rasa yang berat justru ada di tangan Nabi Ibrahim. Bahkan ia selalu diganggu oleh syaitan agar tidak melaksanakan perintah tersebut. Godaan yang terus mencegah Nabi Ibrahim dan Ismail tidak berbuah hasil.

Tepat ketika tanggal 10 Dzulhijah, Nabi Ibrahim menjalankan perintah untuk menyembelih anaknya. Di tanah lapang, Nabi Ibrahim telah mempersiapkan pedang sangat tajam. Ia siap untuk menyembelih anaknya. Nabi Ismail pun tak dengan yakninya ia siap untuk disembelih pada waktu itu. Namun, saat semuanya sudah siap, dan Nabi Ibrahim mau memulai, pedang ketika digoreskan terpental. Lalu, Ismail meminta agar pengikat kaki dan tangannya dilepaskan. Supaya malaikat mengetahui tentang ketaatannya pada Allah. Lantas, peristiwa penting dalam cerita sejarah qurban Nabi Ibrahim terjadi kerika, Allah memerintahkan Djibril untuk menukar nabi Ibrahim dengan domba. Ini adalah sebuah kuasa dari Allah Swt yang begitu besar. Allah memerintahkan untuk menyembelih Ismail, tetapi pedangnya tak punya daya untuk melakukan hal itu. Dan di mana saat Nabi Ibrahim sudah siap menyembelih anaknya, digantikanlah Ismail oleh domba atas kuasa dari Allah. Dari sinilah penyembelihan hewan qurban berasal. Sekali dalam satu tahun seluruh umat muslim mempunyai kewajiban menyembelih hewan qurban, mulai dari kambing, domba, kerbau, sapi atau unta, tepat pada 10 Dzulhijah. Sebuah kisah dengan hikmah keikhlasan dan pengorbanan yang luar biasa. Kerelaan yang membuat Nabu Ibrahim menjadi seorang khaliullah atau kekasih Allah. Kisah ini juga mengajarkan pada umat Islam untuk selalu ikhlas dan siap berkorban demi menuju cintanya Allah Swt.

 

About admin