Tercanggih, Lensa Kontak Ini Beri Efek Zoom Saat Berkedip

Tak mau kalah dengan Google yang punya lensa pendeteksi diabetes dan Samsung dengan contact lens-nya yang bisa memotret, para ilmuwan dari Universitas California ini temukan teknologi yang serupa, tapi berbeda. Para peneliti Universitas California, Sandiego, AS ini berkumpul untuk merancang sebuah contact lens yang memiliki efek zoom saat pemakainya berkedip.

Seperti apa gambaran detail lensa kontak ini? Simak ulasan berikut sampai selesai!

Dirancang Berdasar Sifat Ilmiah Bola Mata

Mungkin kamu seringkali menemukan teknologi semacam ini di film-film sci-fi favoritmu. Namun, dalam waktu dekat, teknologi canggih ini akan ada di dunia nyata. Ya, lensa yang sedang dirancang ini akan memungkinkan mata melakukan efek zoom hanya dengan kedipan saja. Ini didasarkan pada kemampuan ilmiah dari bola mata manusia sendiri.

Saat bergerak atau berkedip, bola mata manusia rupanya akan menghasilkan sinyal listrik. Para ilmuwan menyebutnya elektro-okulografi. Peneliti dari Universitas California ini merancang agar lensa kontak pintar tersebut bisa merespon sinyal elektro-okulografi. Lensa ini berbahan dasar polimer yang tetap nyaman dipakai dan lebih lentur. Selain itu, bahan polimer dipilih karena bisa berbentuk lebih cembung sehingga akan menghasilkan efek zoom in seperti yang diharapkan.

Bahan dasar polimer bisa juga menyesuaikan focal length atau luas bidang pandang jika didasarkan pada intensitas sinyal yang akan ditangkap dari mata. Misalnya, saat intensitas sinyal listrik dari gerakan bola mata sangat kuat seperti saat pemakai berkedip dua kali, maka bentuknya akan lebih cembung. Efek zoom pun akan tercipta. Semakin kuat intensitasnya, akan semakin besar efek zoom-nya.

Bisa Digunakan untuk Apa Saja?

Dalam wawancaranya disebutkan bahwa lensa kontak ini akan terus dikembangkan sistemnya. Sehingga, di masa depan contact lens hasil penelitian ini bisa digunakan dalam mata buatan dan juga kacamata. Tak ketinggalan juga, berpotensi digunakan oleh robot yang dioperasikan jarak jauh untuk pengawasan keamanan di masa depan. Canggih, bukan?

Untuk saat ini, konsep dari lensa pintar tersebut memang sudah bisa diimplementasikan. Namun, bentuknya masih dalam mesin eksperimen yang berukuran besar. Berbagai elektroda yang ditempelkan di kulit sekitar mata subyek penelitian pun masih belum dilepas. Menurut para peneliti dari California ini, lensa tersebut masih memerlukan waktu sampai beberapa tahun lagi. Waktu tersebut diperlukan untuk mengecilkan berbagai komponennya, sehingga bisa lebih efisien dan menyerupai bentuk lensa yang semestinya. Para peneliti juga akan membuat lensa ini menjadi lebih ringkas lagi.

Teknologi Serupa yang Pernah Ada

Lensa kontak ini memang bukan yang pertama ada, setelah sebelumnya Google telah berhasil meluncurkan lensa untuk penderita diabetes. Lensa besutan Google ini bisa menganalisis cairan mata manusia untuk memberi ukuran dan informasi yang konstan mengenai kadar glukosa darah di dalam tubuh pemakainya.

Selain itu, lensa ini juga bermanfaat bagi penderita rabun untuk membantunya melihat dengan lebih fokus. Lensa ini disambungkan dengan teknologi nirkabel di dalam ponsel pintar sehingga penggunanya bisa mengetahui keadaan mereka sendiri. Lensa ini memang ditujukan untuk bisnis komersial yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup banyak orang.

Itulah teknologi lensa kontak yang akan mampu memberi efek zoom pada penggunanya dan akan segera diluncurkan. Tentu ini akan sangat berguna untukmu yang menderita minus atau punya gangguan dengan penglihatan, bukan? Jadi, bersiaplah menyambut lensa pintar ini dengan rajin menabung, ya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Reply