Canggih, Inilah Baterai dari Limbah Pabrik Semen Temuan Mahasiswa UNS

Energi terbarukan sedang gencar diaplikasikan di nusantara. Karena itulah, baik para ilmuwan, mahasiswa, bahkan siswa-siswi SMA berlomba-lomba untuk menemukan gebrakan teknologi yang bisa meminimalisir penggunaan sumber daya dari alam. Seperti mahasiswa UNS ini, berkat kerja kerasnya, akhirnya ditemukanlah energi baterai yang berasal dari limbah pabrik semen. Seperti apa? Berikut ulasannya!

Memanfaatkan Abu Terbang dari Pabrik Semen

Seiring dengan berjalannya perkembangan penelitian mengenai sumber energi ini, semakin banyak pula SDA yang digunakan untuk mendukung penelitian tersebut. Apalagi, energi terbarukan tidak bisa lepas dari sistem penyimpanan energi. Salah satu benda yang temuan teknologi yang paling berguna untuk menyimpan daya tersebut adalah baterai. Baterai adalah kandidat yang paling sering digunakan untuk menyimpan energi karena lebih murah, aman dan juga masih dalam kategori ramah lingkungan.

Baterai dari limbah pabrik semen ini adalah gebrakan yang cukup menghemat sumber daya alam. Baterai ini rupanya memanfaatkan abu terbang atau fly ash. Abu terbang sendiri adalah limbah yang dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik semen. Dilihat dari produksi semen yang setiap tahun meningkat, nyatanya limbah abu terbang ini kurang termanfaatkan. Padahal, semakin banyak produksi semennya, semakin banyak pula abu terbang yang dihasilkan.

Nah, salah satu komponen yang utama dalam fly ash ini adalah silika. Tidak tanggung-tanggung, silika yang terdapat dalam fly ash tersebut mencapai 20 sampai 60 persen. Silika inilah yang dimanfaatkan para mahasiswa cerdas UNS ini untuk menciptakan temuan baru mereka, yakni baterai hemat daya tersebut. Menarik, bukan?

Calon Alternatif Energi di Masa Depan

Baterai dari limbah pabrik semen ini menggunakan anoda baterai dengan material silika dari abu terbang tersebut. Penemu sekaligus penciptanya adalah Asna Fadillah, Nadia Ayu Puspita, juga Vina Hanifa. Ketiga mahasiswa ini berasal dari Prodi Teknik Kimia Universitas Negeri Sebelas Maret. Di bawah bimbingan serta panduan dari Ir. Arif Jumari, M. Sc. Ketiganya bisa melewati Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019 itu dengan hasil yang mengesankan.

Menurut ketiga mahasiswa tersebut, anoda baterai dari silika itu dibuat untuk menjadi pilihan bijaksana dari pemanfaatan limbah abu terbang di pabrik semen. Saking melimpahnya limbah tidak tergunakan ini, ketiganya juga menggagas bahwa baterai tersebut akan menjadi Baterai Li-Ion yang mempunyai daya kapasitas tinggi.

Perkembangan teknologi baik di dalam negeri maupun kancah global yang pesat adalah fokus yang melatarbelakangi terciptanya baterai dari limbah pabrik semen ini. Menurut para mahasiswa UNS itu, pesatnya perkembangan teknologi akan memerlukan alat penyimpan energi yang seharusnya mampu bekerja lebih optimal dari biasanya. Selain itu, baterai dengan performa yang tinggi juga sangat dibutuhkan.

Ketiga penemu teknologi ini berikut pembimbingnya berharap, baterai silika temuan mereka tersebut nantinya bisa digunakan sebagai alternatif energi di masa yang akan datang. Menurut mereka, banyak kelebihan dari baterai ini, di antaranya adalah proses pembuatan yang relatif lebih mudah dan cepat.

Biaya pembuatannya pun cenderung lebih murah karena hanya memanfaatkan limbah saja. Selain itu, baterai ini juga sudah teruji memiliki kapasitas yang besar juga mempunyai stabilitas yang tinggi. Karenanya, baterai ini memang sangat ideal untuk penyimpanan energi dan tepat guna.

Itulah ulasan mengenai baterai dari limbah pabrik semen temuan mahasiswa UNS. Sudah sepatutnya kita turut bangga dan mengapresiasinya, ya.

Leave a Reply