Technology

Terinspirasi dari Kekuatan Kecoak, Para Peneliti AS dan China Mulai Kembangkan Robot Kecoak Ini

Terinspirasi dari kekuatan kecoak, para peneliti AS dan China mulai kembangkan robot kecoak ini. Jika hewan ini banyak membuat orang takut dan geli, beda dengan para peneliti dari China dan Amerika Serikat ini. Nyatanya, hewan inilah yang memberi inspirasi pada mereka untuk mengembangkan sebuah robot yang diadaptasi dari kecoak. Seperti apakah robot yang satu ini? Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Kecoak Dianggap Tahan Banting

Aneh, mungkin begitulah yang ada di benak mayoritas orang terhadap para peneliti ini. Alih-alih hewan lain, sejumlah peneliti dari Universitas Tsinghua, Universitas Beihang dan UC Berkeley ini justru terinspirasi dari seekor kecoak. Mereka menganggap bahwa kecoak adalah hewan yang tahan banting. Terbukti, saat sedang dalam kondisi terpepet sekalipun, hewan ini masih bisa bertahan. Inilah yang mengilhami munculnya Robot Kecoak.

Diamati dari kecoak yang sedang terjepit, tim peneliti bisa melihat bahwa hewan ini bisa menembus celah-celah yang rapat. Selain itu, kecoak juga bisa menahan beban yang beratnya jauh melebihi massa tubuhnya sendiri. Lantas, dirancanglah sebuah robot yang mempunyai kekuatan mirip dengan kecoak ini.

Robot Kecoak tersebut terbuat dari bahan yang fleksibel dan dialiri dengan aliran listrik. Di setiap gerakan dan ketahanannya, robot ini akan relatif lebih cepat. Kenapa? Karena telah dikaitkan dengan struktur piezoelektrik yang melengkung dengan getaran amplitudo yang lebih besar.

Sementara itu, gerakan dan ketahanan ini dilakukan sebagai upaya untuk membuat perubahan bentuk asoliasi. Bentuk asoliasi sendiri merupakan variasi periodik terhadap waktu yang dihasilkan dari pengukuran, misalnya saja pada ayunan bandul. Perubahan asoliasi pada robot ini akan terjadi selama robot tersebut bergerak, hampir sama halnya dengan hewan yang sedang berlari kencang.

Kemampuan yang Mengagumkan

Dikutip dari Xinhua, para peneliti tersebut lalu meletakkan rangkaian bobot serta benda-benda lain di punggung Robot Kecoak tersebut. Ini bertujuan untuk menghitung seberapa cepatnya benda itu akan bergerak di sepanjang penggaris.

Hasilnya pun cukup membuat para peneliti ini puas. Pasalnya, robot ini bisa membawa beban yang beratnya hingga enam kali dari berat tubuhnya sendiri. Selain itu, posisi robot ini juga memanjat lereng dengan kemiringan sudut mencapai 7,5 derajat. Mencengangkannya lagi, robot ini juga mampu menahan berat kaki manusia dewasa, yang mana beratnya adalah satu juta kali lebih berat dibanding berat robot itu sendiri.

Profesor Teknik Mesin Liwei Lin dari UC Berkeley mengatakan, bahwa Robot Kecoak ini masih dibuat dalam skala yang kecil dan sangat rapuh. Sehingga, jika ada yang menginjaknya maka robot ini bisa hancur. Maka dari itu, pihak peneliti sedang melakukan proses pemberian bobot supaya robot tersebut bisa optimal fungsinya.

Salah satu hal yang melatarbelakangi diciptakannya robot ini ternyata adalah juga faktor bencana alam. Ke depannya, robot ini akan berfungsi sebagai pelacak dalam misi penyelamatan korban bencana alam. Misalnya saja, saat terjadi gempa bumi, maka akan sangat sulit bagi mesin atau anjing untuk bisa menemukan jasad ataupun korban yang masih hidup di bawah puing. Karena itu, manusia membutuhkan tenaga robot yang optimal namun juga berukuran kecil yang gesit dan kuat untuk menyusup ke dalam puing-puing tersebut.

Bagaimana, ide Robot Kecoak pelacak ini sangat masuk akal ya, jika disambungkan pada misinya yang mulia? Anda tidak geli memilikinya, bukan? Semoga bermanfaat!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close