Technology

Siap Tinggalkan Android, Huawei Luncurkan Sistem Operasi Harmony Os

Seperti yang sudah santer diketahui, Huawei telah diboikot oleh Amerika Serikat. Hal ini memang membuat Huawei ketar-ketir lantaran seluruh produknya tidak boleh lagi menggunakan otak Android. Namun, tampaknya gertakan AS tersebut justru membuat Huawei semakin canggih dan berani berinovasi. Kini, Huawei tidak akan lagi bergantung pada Android dan siap mandiri dengan otak buatannya sendiri.

Semacam apa? Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Sudah Diluncurkan

Benar sekali, sistem operasi Harmony Os ini memang sudah resmi diluncurkan tepatnya pada hari Jumat tanggal 9 Agustus lalu. Sistem operasi yang satu ini digadang-gadang menjadi jalan keluar yang cemerlang dari Huawei, karena disebut bisa menggantikan operasi Android dari Google.

Richard Yu selaku kepala grup bisnis konsumen Huawei menanggapai hal tersebut. Dirinya mengatakan bahwa sistem operasi terbaru ini akan dinamakan HongMeng Os di China. Sedangkan di ranah global dan luar negeri, sistem ini akan diberi nama Harmony Os. Kenapa Harmony? Richard mengatakan bahwa perusahaannya, Huawei, ingin memberikan harmoni yang lebih besar sampai ke seluruh penjuru dunia.

Akan Ada di Semua Perangkat

Tak beda dengan Android besutan Google, sistem operasi Harmony Os juga ke depannya akan bisa digunakan di seluruh perangkat. Tentu, perangkat tersebut dikhususkan buatan Huawei saja seperti ponsel, speaker cerdas, sampai dengan sensor-sensor yang ada di perangkat Internet of Things-nya.

Namun, untuk tahun ini sistem operasi ini hanya akan digunakan di televisi cerdas dari Huawei saja. Diprediksi, sekitar tiga tahun ke depan, Harmony Os baru akan siap digunakan pada perangkat-perangkat lainnya. Sebagai awal rilisnya, produk ini pertama kali akan diluncurkan di China. Barulah, setelah melihat perkembangannya akan diedarkan ke seluruh penjuru dunia.

Alternatif Pengganti Android

Richard Yu menyebutkan, saat ini memang produk Huawei khususnya ponsel, masih menggunakan otak Android dari Google. Namun, jika keadaan terus memburuk, misalnya AS terus menekan perusahaan ini, bukan tidak mungkin jika Huawei akan segera meninggalkan Android. Sistem operasi Harmony OS itu juga hanya tinggal menunggu kesiapannya saja.

Rumor tentang Harmony Os ini sendiri semakin kencang berembus beberapa waktu dekat belakangan. Utamanya, setelah AS membuat kebijakan bahwa perusahaan di negeri itu tidak boleh berhubungan dengan Huawei, termasuk Google. Karena itulah, produk Huawei terancam tidak bisa menggunakan Android lagi sebagai otaknya.

Fitur yang Beda dengan Android

Sebagai gambaran, sistem operasi Harmony OS ini punya fitur yang berbeda dengan Android, di antaranya adalah seamless. Dengan sistem operasi ini, para pengembang aplikasi tidak harus lagi berurusan dengan teknologi yang mendasari aplikasi terdistribusi tersebut. Ini tentu akan berdampak pada pengembangan aplikasi distribusi yang lebih mudah.

Selain itu, sistem operasi ini juga menggunakan ide multi perangkat, kompilasi multi bahasa juga perangkat arsitektur yang terdistribusi. Dengan begitu, Harmony OS secara otomatis akan beradaptasi dengan kontrol dan interaksi tata letak layar yang beda. Juga, memiliki program visual yang fokus pada peninjauan dan didukung kontrol geser serta jatuhkan.

Sistem operasi Harmony OS digadang juga akan lebih lembut dibanding Android. Ini karena deterministic latency engine yang ada di dalamnya akan menetapkan prioritas juga batas waktu pelaksanaan tugas Harmony OS. Tentu ini akan membuat kinerja IPC jadi lebih efisien sampai lima kali lipat.

Itulah sedikit ulasan mengenai sistem operasi Harmony OS besutan Huawei. Ditunggu saja, ya!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close